FILSAFAT PANCASILA
A. PENGERTIAN
DAN PEMBIDANGAN FILSAFAT
Filsafat dalam Bahasa
Inggris yaitu Philosophy, adapun istilah filsafat berasal dari
Bahasa Yunani yaitu Philosophia, yang terdiri atas dua kata
yaitu Philos (cinta) atau Philia (persahabatan,
tertarik kepada) dan Sophos (hikmah, kebijaksanaan,
pengetahuan, keterampilan, intelegensi). Jadi secara etimologi, filsafat
berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom). Orangnya disebut
filosof yang dalam bahasa Arab disebut Failasuf. Sedangkan orangnya disebut
filsuf/filosof/philosophus yang artinya pecinta kebijaksanaan.
Filsafat adalah pemikiran fundamental dan monumental manusia untuk mencari
kebenaran hakiki (hikmat, kebijaksanaan); karenanya kebenaran ini diakui
sebagai nilai kebenaran terbaik, yang dijadikan pandangan hidup (filsafat
hidup, Weltanschauung).
B. MANFAAT
FILSAFAT
Berfilsafat
ialah berusaha menemukan kebenaran tentang segala sesuatu dengan menggunakan
pemikiran secara serius. Plato menghendaki kepala negara seharusnya filosuf.
Belajar filsafat merupakan salah satu bentuk latihan untuk memperoleh kemampuan
memecahkan masalah secara serius, menemukan akar persoalan yang terdalam,
menemukan sebab terakhir satu penampakkan.
Dengan uraian diatas jelaslah bagi kita bahwa secara kongkrit manfaat
mempelajari filsafat adalah :
1.
Filsafat menolong
mendidik
2.
Filsafat memberikan
kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan- persoalan dalam hidup sehari-hari.
3.
Filsafat memberikan
pandangan yang luas
4.
Filsafat merupakan
latihan untuk berpikir sendiri
5.
Filsafat memberikan
dasar,-dasar, baik untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk
ilmu-ilmu pengetahuan dan lainnya, seperti sosiologi, Ilmu jiwa, ilmu mendidik,
dan sebagainya.
Manfaat ideal yang dapat ditemui oleh orang
yang mempelajari filsafat terutama terhadap pemahamannya tentang eksistensi
manusia dan kemanusiaannya dalam dinamika kehidupan. Manfaat praktis dalam
mengkaji filsafat , dapat memubuat manusia mampu menggali , mengolah , dan
memanfaatkan setiap potensi atau sumber daya yang ada, baik yang ada dalam diri
ataupun yang terdapat diluar dirinya, melalui gerak menuju tingkat kehidupan
yang lebih baik dari masa sebelumnya.
Manfaat filsafat antara lain sebagai berikut :
1.
Merasakan hidup yang lebih sadar sebagai
manusia
2.
Tidak menjadikan kita tenggelam dalam
kejasmanian saja (kurang berpikir)
3.
Menyebabkan kita lebih cerdas dan tangkas
4.
Melatih kita berpandangan luas (tidak picik)
C. PANCASILA
SEBAGAI SUATU SISTEM FILSAFAT
Pancasila sebagai sistem
filsafat adalah suatu kesatuan yang saling
berhubungan untuk satu tujuan tertentu,dan saling berkualifikasi yang tidak
terpisahkan satu dengan yang lainnya. Jadi Pancasila pada dasarnya satu
bagian/unit-unit yang saling berkaitan satu sama lain,dan memiliki fungsi
serta tugas masing-masing.
D. LANDASAN
ONTOLOGI FILSAFAT PANCASILA
Secara
ontologis kesatuan sila-sila pancasila sebagai suatu sistem yang bersifat
hierarkis dan bentuknya piramida adalah : bahwa hakikat adanya tuhan adalah ada
karena dirinya sendiri, tuhan sebagai causa prima.
1.
Sila Kesatu
Tuhan sebagai causa prima
2.
Sila Kedua
Negara ada adalah sebagai lambang
kemanusiaan
3.
Sila Ketiga
Negara Indonesia ada adalah
sebagai akibat adanya orang-orang Indonesia yang bersatu.
4.
Sila Keempat
Kerakyatan ada apabila ada
totalitas individu-individu negara yang bersatu
5.
Sila Kelima
Keadilan ada adlah sebagai tujuan
dalam hidup bersama
E. LANDASAN
EPISTEMOLOGI FILSAFAT PANCASILA
Bangsa indonesia adalah sebagai
causa materialis pancasila , pancasila juga mengakui adanya kebenaran empiris
terutama dalan kaitannya dengan pebgetahuan manusia yang bersifat posirif
kemudisan pancasila juga mengakui kebenran wahyu yang bersifat mutlak sebgai
tigkatan kebenaran tertinggi.
F. LANDASAN
AKSIOLOGI FILSAFAT PANCASILA
Manusia
itu adalah makhluk dengan perbuatannya berhasrat mencapai atau merealisasikan
nilai. Nilai sama halnya dengan harga. Nilai pada tiap sila pancasila tergolong
sbg nilai kerohanian, tetapi nilai vital yang mengaku adanya nilai material,
nilai vital.
Memang
pancasila mengandung lima nilai fundamental (ketuhanan, kemanusiaan,kesatuan,kerakyatan,dan
keadilan) namun kelima nilai itu semuanya akan mengarah pada keadaban orang
indoensia. Sementara keadaban merupakan lingkaran terhakikat bagi nilai
kemanusiaan.
G. MAKNA
NILAI-NILAI PADA SETIAP SILA PANCASILA
Pancasila sbagi filsafat bangsa indonesia
telah menekankan kpd setiap manusi indonesia untuk menjadi manusia seutuhny
yakni sebagai manusia yang berkethanan manusia yang berkemanusiaan, manusia
yang mempersatukan manusia akan cita cita kemanusiaannya, manusia yang cakap
dengar dgn manusia lainnya, yang adalah cerminan dirinya dan manjsia yang
berkeadilan akan sesamanya dengan adil sebagai dasar cita akan keadilan.
1. Ketuhanan
Manusia
Makna nilai sila pancasila Ketuhanan Yang
Maha Esa ini melingkupi untuk percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
sesuai dengan agama dan kepercyanannya masing-masing dengan memperhatikan nilai
kemanusiaan dan keberadaban sebagai suatu bangsa yang mengejar.
2. Kemanusiaan
Yang Adil Dan Beradab
Manusia
yang berkemanusiaan dalam filosofi pancasila adlah manusia yang dapat
mengejawantahkan nilai kemanusiaan ke dalam bentuk sikap tindak yang mengakui
persamaan drjat, dengan mengembangkan sikap saling mencintai, bersikap tenggang
rasa, tidak semena mena dengan orang lain, gemar melakukan kegiatan
kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan serta dengan
mengembangkan pula sikap saling menghormti dan bekerjasama dengan banga lain.
3. Persatuan
indonesia
Persatuan indoesia merupakan nilai yang
mengajarkan untuk selaras dengan hakikat satuya indonesia. Hakikat satunya
indonesia merupakan prinsip/kehendak untuk tetap utuh, tidak bisa dipecah belah
dan dengan semngt pancasila menghendaki agar indonesia dapat mandiri dan
bersaing dalam hal yang poitif fdengan bangsa lainnya.
4. Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan dalam permusyawaratan perwakilan
Dalam kekuasaan negara indonesia
senantiasa harus mengutamakan kepentingan rakyat indonesia. Dengan menggunakan
nilai-nilai kearifan bangsa indonesia yang berupa musyawarah sampai mencapai
mufakat dengan semangat kekeluargaan dan tanggung jwab kpd rakyat indonesia.
5. Keadilan
sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Seseorang
memperoleh keadilan tidak hanya tergantung pada kemauan individu-individu yang
langsung bersangkutan, melainkan juga tergantung pada struktyr atau proses yamg
ada di dalam masyarkat. Semua mewngajukan keinginan bangsa indonesia untuk
mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur .